Apakah Aku seorang Hypocrite ?

Author:

Hhuhhhh ….

Dasar munafik ….

Begitu seringnya orang mengatai orang yang bermuka dua, kliatan baik diluar tapi suatu ketika terbuka bahwa sisi buruknya bertentangan dengan sisi baiknya. Namun kadang terpikir, apakah pantas seorang menyebut orang lain sebagai munafik padahal dirinya sendiri belum tentu bersih dari hal yang menjadi ciri-ciri orang munafik. Apakah bisa dikiyaskan , kala seorang Muslim mengkafirkan saudaranya sebagai seorang kafir, maka sebenarnya dia yang kafir . apakah ini bisa digunakan untuk kiyas memunafikan orang ?

Apakah diri kita masih suka berbohong ? , apakah diri kita masih suka mengingkari janji ? apakah kita masih suka khiyanat terhadap amanah ?. jika ternyata masih ada salah satu diantara ketiga tersebut, maka mungkin saja kita masih termasuk golongan hypocrit.

Apakah kita masih kadang mengungkapkan kata-kata ataupun ungkapan hikmah sekan-akan kita itu orang baik, padahal sebenarnya dikedalaman diri mengakui bahwa semua itu hanya ucapan lisan saja, sejatinya kita masih berlawanan dengan esensi kata hikmah tersebut ?, hal tersebut kita lakukan demi menarik perhatian orang dan anggapan orang bahwa kita orang baik. Kalo iya, maka lengkaplah ketiga ciri orang hypocrit melakat pada diri kita.

Yang pertama, kita telah berbohong pada diri kita sendiri, bahwa kita itu orang baik, padahal jauh dikedalaman diri kita mengakui bahwa kita bukan orang baik.

Yang kedua, kita telah mengingkari janji kita kepada Allah yang menciptakan kita, bahwa kita akan selalu taat kepadaNya diseluruh kehidupan kita, sebagaimana kita telah ikrarkan ketika berada dalam alam Ruh.

Yang ketiga, kita telah khiyanat terhadap amanah syaria’ah untuk menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan dengan syari’ah, selalu mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, yang diantaranya untuk selalu berlaku jujur dalam ucapan, kelakuan dan keimanan.

Jika menilik tinjauan diatas, timbul pertanyaan kepada diri sendiri , apakah aku termasuk orang hypocrit ??

Ketakutan akan kebenaran jawaban positif dari pertanyaan tersebut, membuatku gak bisa jawab. Namun apakah ketidakmampuanku untuk menjawab pertanyaan tersebut, atau ketakutanku untuk mengetahui jawaban positif dari pertanyaan tersebut, justru salah satu pertanda lain yang menunjukan bahwa aku seorang hypocrit ??

Padahal sungguh celaka orang hypocrit. Sungguh berbahaya, karena ketika orang hypocrit berkeliaran, maka itu akan seperti kutu bangsat dalam selimut, hampir tidak ketahuan bentuknya, tahu-tahu bentol sudah tampak dikulit. hypocrit lebih berbahaya dari apapun ….

Teringat jalan hidup yang telah kutempuh, peristiwa-peristiwa yang sangat mungkin bergesekan dengan unsur hypocrit, ketika mengeluarkan hujjah hanya untuk menjustifikasi keinginan nafsu pribadi dalam meraih keinginan. Hujjah-hujjah dengan tujuan untuk meyakinkan orang bahwa yang kulakukan adalah benar, padahal di dalam diri mengakui sebenarnya apa yang dilakukan atau apa yang diharapkan adalah bertentangan dengan aturan yang ada yang telah digariskan Allah dan Rasul-Nya. Yaa Allah, Sungguh besar dosa yang telah kubuat …. jangan jadikan aku sebagai ahlulkitab yang menggadaikan pengetahuannya untuk kepentingan dunia …. Bimbing aku untuk mengamalkan Ilmu yang telah Engkau Anugerahkan dijalan yang Engkau ridloi ..

Permohonan maafku kepada orang-orang yang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja telah ikut berperan dalam cerita hidupku ini ….

Kepada Saudaraku, tolong ingatkan aku jika melenceng dari jalur yang telah ditentukan …

Yaa Allah, tunjukkanlah aku Jalan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang engkau Murkai ataupun jalan-jalan orang yang tersesat ….

Amiiiin …

 

Jakarta, 15 november 2010

 

Refleksi dan introspeksi diri Hamba yang penuh Dosa ..

A2K …

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *