IT doesn’t Matter ? fakta atau fakta ? [bag -1]

Author:

Bagi orang yang berkecimpung di dunia IT, artikel yang ditulis oleh Nicholas g. Carr di Harvard Business Review edisi Mei 2003 mengenai Posisi It didunia industri, yang menyiratkan bahwa IT adalah hanya sebagai komoditas tidak lebih dari itu, pasti cukup menohok. Di saat perkembangan dunia IT sedang bagus-bagusnya dan sangat cepat berkembang yang di mulai sejak era komputerisasi dan internetisasi (maksa banget) yang menyebabkan hampir semua informasi bisa bebas berkeliaran dan bisa diakses dari manapun dan kapanpun, tiba-tiba muncul statement, ” IT Doesn’t Matter “, yang memberi arti, tanpa IT pun industri toh bisa berkembang, tentu saja hal ini sedikit banyak menyebabkan pertentangan di kalangan Praktisi ataupun selebritis IT …

Trus bagaimana menyikapinya ? haruskah disikapi dengan sikap kritis destruktif dengan mengeluarkan bantahan dan membeberkan fakta-fakta betapa pentingnya IT didunia industri yang akhirnya hanya mendorong pada kondisi debat kusir tanpa aksi atau kritis konstruktif dengan melakukan evaluasi terhadap argumentasi yang dikeluarkan oleh Carr dalam mendukung pendapatnya, dan hasilnya digunakan untuk perbaikan sektor IT dan meningkatkan fungsi dan peran IT di dunia industri … tentu saja pilihan kedua adalah pilihan terbaik …

Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan solusi dan sikap yang harus dilakukan dalam menanggapi aryikel Carr tersebut, ada baiknya kita lihat kondisi IT, peran dan fungsinya dari masa ke masa ..

Pada era tahun 60-80 an, ketika perkembangan IT untuk mendukung dunia industri masih sangat minim, bisa dikatakan IT tidak punya pengaruh atau hanya sedikit pengaruh yang diberikannya kepada sektor industri. Namun, hal itu berbalik saat era mainframe terjadi. Saat itu mainframe menjadi salah-satu faktor yang membantu perusahaan untuk melakukan analisis terhadap data-data yang tidak bisa dilakukan secara manual. Dengan adanya mainframe yang mempunyai kemampuan lebih dalam pengolahan data dibandingkan dengan melakukan pengolahan data manual, dilihat dari segi waktu dan sedikitnya kesalahan yang mungkin terjadi dengan mengenyampingkan human error pada saat pengoperasian atau technical failure pada mainframe itu sendiri, maka mau tidak mau menempatkan mainframe menjadi salah satu tolok ukur efektifitas operasional perusahaan secara umum, yang secara langsung mempengaruhi daya saing (competitive advantages) perusahaan tersebut, Sehingga pada masa ini menempatkan IT yang diwakili oleh fungsi mainframe menjadi sesuatu hal yang kritikal bagi industri. dan perlu dicatat, pada masa ini hanya perusahaan-perusahaan dengan skala besarlah yang mampu menyediakan Mainframe…

Namun hal itu tidak bertahan lama, se iring dengan perkembangan teknologi, yang ditandai dengan munculnya perangkat personal komputer dengan harga yang lebih terjangkau, menyebabkan dominasi perusahaan besar dalam penguasaan infrastruktur IT yang berkaitan dengan kemampuan pengolahan data mulai bergeser. perusahaan – perusahaan dengan skala mid-size sudah bisa mengimbangi kemampuan perusahaan besar dalam masalah pengolahan data. pergeseran ini, juga imbasnya adalah kepada peran IT itu sendiri, yang pada mulanya dijadikan sebagai tolok ukur kemapanan dan kesuksessan sebuah perusahaan, bergeser hanya menjadi sebagai pendukung operasional perusahaan saja, sebagai akibat dari hilangnya peran IT sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan competitive advantages yang dominan.

[continued] —>

Puri Imperium, 24 desember 2009
03.12 PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *