Trust to not believe ….

Author:

Susunan kata yang aneh …
Percaya untuk sebuah ketidak percayaan, namun itulah mungkin istilah yang cukup tepat untuk mengambarkan perjalanan hidup yang selama ini dijalani. karena dengan kepercayaan kepada ketidak percayaan lingkungan terhadap diri ternyata memacu semangat berlebih untuk mematahkan ketidakpercayaan tersebut.

 

Siapa yang mengira, Syukur Alhamdulillah, saat ini, di posisi ini, di titik ini semua bisa diraih walaupun dengan berbagai macam hambatan dan tantangan. Meraih disini dalam artian bisa mendapatkan hasil atas apa yang diusahakan, entah apakah itu sesuai dengan harapan awal, atau bahkan lebih baik dari yang dijadikan tujuan pada awalnya. Terima kasih kepada Yang Maha Menguasai Hidup, yang telah memberikan kemudahan jalan dalam menempuh lika-liku kehidupan ini …

Pernah membaca sebuah buku ketika SMA dulu, kalo gak salah judulnya the Magic of thinking Big, bahwa dengan berpikiran besar, dan mengedepankan pemikiran yang besar dan visioner, hal itu merupakan salah satu trigger yang bisa menyebabkan diraihnya sebuah kesuksesan hidup, bukan dalam artian melupakan hal-hal yang kecil, tapi jangan menghabiskan untuk memikirkan  ha-hal yang sepele dan kecil, padahal masih banyak hal-hal yang lebih besar yang sangat besar manfaatnya yang perlu digali lebih dalam. Ketika masih berdebat tentang kontroversi UAN, diadakan atau dihilangkan, padahal masih ada hal yang lebih mendasar sebagai pangkal dari kontroversi pelaksanaan UAN, yaitu pemerataan kualitas pendidikan di semua daerah. Kalo pemerataan ini bisa diwujudkan, masalah UAN dengan sendirinya bisa terpecahkan.

Buku lainnya yang venderung setipe dengan isi the magic ini adaah buku the secret Karya Rhonda Byrne, yang intinya believe on something will attract that thing toward on us or will make the way easier. Secara fisis, semakin besar massa “keinginan” kita, maka gaya yang ditimbulkan akan semakin besar, dan agar lebih terasa, maka perpendeklah jaraknya, dengan berusaha terus menerus tanpa kenal lelah. Intinya percayalah atas apa yang kita inginkan, maka pasti hal itu bisa terwujud, walaupun wujudnya nanti bisa dalam bentuk yang lain. Pemikiran ini sebernarnya sudah diterangkan dalam AL-Qur’an, bahwa mintalah kepada sang Maha Pemilik, maka pasti akan diberikan, dengan satu syarat bahwa yang akan dikabulkan adalah “Peminta” yang benar-benar meminta. “Aku akan mengabulkan permintaannya orang yang memohon jika dia memintanya kepada-Ku” .

Yah, intinya untuk mencapai kesuksesan dan tujuan hidup ada beberapa faktor yang harus ada dan saling melengkapi satu sama lain :

1. Ada Tujuan

2. Ada Usaha

3. Ada Kepercayaan

4. Ada Do’a

Sisi Spiritual dan material harus ada dua-duanya …

Kadang dalam usaha itu ada sisi positif dan negatif yang mempengaruhi proses yang sedang berlangsung, gunakanlah kedua sisi tersebut, sisi negatif dijadikan sebegai pelecut untuk maju, dan sisi positif sebagai navigator dan penggerak agar tidak salah melangkah… Gunakanlah ketidak percayaan orang akan kemampuan kita sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa kita mampu, dan kepercayaan akan kemampuan kita digunakan sebagai motor untuk terus berusaha dan berusaha dan berusaha …

(Tulisan yang loncat loncat …. :D, gak jelas isinya ….)

Jakarta, 21 Januari 2010

 

A. Ahmad K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *