Ada ungkapan ….
” Di balik sesuatu yang terjadi baik itu jelek atau buruk, pasti selalu yang terbaik bagi kita. Tuhan memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan”
Ungkapan diatas ternyata gampang diucapkan namun sulit untuk dilakukan ….
ketika kita mengalami hal yang baik, mungkin akan mudah untuk menerimanya …
namun saat sesuatu yang jelek (menurut perspektif kita) menimpa diri kita, akan terasa sangat sulit
untuk menerimanya dan menyadari bahawa hal tersebut merupakan skenario terbaik bagi kita….
Ketika mengalami peristiwa :
–> “The boat is sinking before sailing ”
ternyata sangat sulit untuk menerima kenyataanya ….
tetap saja sifat kemausiaan akan pertama kali muncul dalam bentuk gerutuan, umpatan , marah, sesal
bahkan rasa putus asa menggelora ddalam jiwa …
Butuh waktu yang sangat lama untuk menyadari hal tersebut merupakan hal terbaik bagi kita ….
Dari kejadian tersbut kita bisa melihat :
1. lemahnya konttruksi yang kita buat
2. ketidak sesuaian teori rancang bangun dengan implementasi pembangunannya
3. kita selamat dari bencana yang lebih besar …
namun ketika kita mengalami hal tersebut hanya ada dua pilihan solusi :
1. berenang, lalumenyelam untk mengambil reruntuhan kapal yang kita buat dan memeperbaikinya
atau
2. membuat perahu yang baru …
bagi sebagian orang mungkin pilihan yang kedua meupakan pilihan utama, dengan alasan buat apa susah ngangkat kapal yang udah rusak, mendingan bikin yang baru…
namun bagiku, pilihan yang pertama justru lebih menantang dan lebih baik ….
alasannya :
1. kita bisa menganalisa langsung kesalahannya dimana, sehingga bisa dijadikan sebuah sample untuk perbaikan ke depannya …
2. kita menyadari, bahwa sebagus-bagusnya perencanaan, namun ternyata kalau terjadi ketidak sesuaian antara rancangan dengan implementasinya, maka bisa berakibat fatal …
so, bagiku, mengambil kapal yang rusak dan memeperbaikinya lebih mempunyai nilai lebih ….
dan seandainya kapal tersebut susah untuk diangkat … akan tetap kutunggu sampai memungkinkan untuk diangkat …
atau seandainya kapal tersbut telah diangkat orang lain … akan tetap kutunggu sampai orang tersebut mau menjualnya atau bahkan tidak memerlukannya lagi …
bagiku gak peduli kapal tersebut sudah rusak atau nggak … tetap saja kapal tersebut merupakan
my precious one … hal yang paling berarti bagiku … apapun yang terjadi.. tetap akan kupelihara asa untuk mendapatkannya kembali dengan cara yang benar tanpa menyalahi koridor-koridor hukum yang berlaku ….
Maret, 2009
Buat seseorang yang ada disana …
(biarkan kupelihara asa ini …..)