Manajemen Proyek TI …. (intro 1 of 4)

Author:

Kesuksesan sebuah proyek teknologi informasi adalah tujuan dari semua pihak yang terlibat. Keberhasilan sebuah proyek teknologi informasi ditentukan oleh 3 faktor, yaitu keberhasilan memenuhi spesifikasi konsumen, tidak melebihi budget yang dianggarkan dan tidak melebihi waktu yang direncanakan (Masterman, 1994 , dan Curtis et al, 1994). Salah satu cara untuk mencapai ketiga faktor tersebut, maka diperlukan sebuah mekanisme untuk merencanakan, mengatur, mengontrol dan mengevaluasi proyek yang dilaksanakan. Mekanisme tersebut dituangkan dalam konsep manajemen proyek.

 

Manajemen proyek merupakan sebuah disiplin ilmu yang telah berkembang cukup lama dan mapan. Manajemen proyek adalah sebuah upaya untuk mengelola sebuah usaha untuk mencapai hasil yang dibutuhkan (Baca,2007). Hasil yang diharapkan tergantung dari project sponsor, akan tetapi dalam sebuah proyek perangkat lunak, hasil yang diharapkan adalah aplikasi bisa berjalan dengan baik dan bebas dari defect (Cockburn,2006).

 

Namun selain dari hal tersebut, dalam sebuah proyek, baik itu proyek software ataupun non-software, kemampuan untuk bisa mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan user merupakan tahap awal untuk mencapai hasil yang diharapkan. Ada hal yang paling fundamental selain aplikasi bisa berjalan dan bebas dari  defect, yaitu aplikasi yang dibangun sesuai dengan bisnis yang dimiliki oleh user, yang dijadikan sebagai acuan yang diberikan oleh user melalui business requirement.

 

Dalam prakteknya, sebuah proyek, seorang manajer proyek adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses yang dijalani selama dalam siklus pengerjaan proyek (project life cycle), dan mengkoordinasikan elemen-elemen yang terkait dengan proyek dan mengalokasikan resource sesuai dengan peruntukannya.

Elemen-elemen proyek (Ferdiana dan Nugroho, 2009)

Project life cycle didefinisikan sebagai seluruh tahapan dari sebuah proyek yang dimulai dari awal sebuah proyek sampai proyek berakhir (Heldman, 2003). Setiap tahapan adalah sebuah proses yang berkelanjutan dan berkaitan satu sama lain.

Project Management Life Cycle

Ketika sebuah tahapan gagal dilaksanakan, maka tahapan selanjutnya pasti akan gagal.
Tahapan – tahapan dalam sebuah proyek, bisa dibagi menjadi 5 bagian, yaitu:

  1. Tahapan inisiasi, yaitu tahapan ketika sebuah proyek diajukan, disetujui dan dimulai.
  2. Tahapan perencanaan, yaitu tahapan pembuatan project plan dan poject schedule, serta tahap penentuan deliverable dan requirement didefinisikan.
  3. Tahapan Eksekusi, yaitu proses pengerjaan proyek yang melibatkan seluruh anggota tim pengembang sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
  4. Tahapan pengontrolan, yaitu tahapan yang fokus terhadap monitoring performa dari pengerjaan proyek, yang didalamnya termasuk monitoring terhadap perubahan yang terjadi.
  5. Tahapan penutupan, yaitu tahapan ketika persetujuan akhir tentang berakhirnya proyek diperoleh.
  6. Tahapan evaluasi, yaitu tahapan untuk mengevaluasi seluruh tahapan yang telah dilakukan selama masa proyek berlangsung, dan hasilnya digunakan untuk perbaikan dan peningkatan performa pengerjaan proyek selanjutnya.

Dalam prakteknya, beberapa metode sering digunakan dalam manajemen proyek sebagai panduan dalam pengelolaan proyek. PRINCE, PMBOK, PMI adalah beberapa contoh metode pengelolaan proyek yang sering digunakan. Metode-metode ini umumnya digunakan pada organisasi yang bergelut pada domain bisnis rekayasa perangkat lunak (software engineering). Domain ini lebih melihat aktivitas software sebagai proses rekayasa daripada sebagai proses kreatif berdasarkan kemampuan individu atau tim yang kecil (Carayannis dan Kwak,2002).

End of part 1.

Diambil dari :

EVALUASI PENERAPAN AGILE PROJECT MANAGEMENT
DALAM PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI

Aah Ahmad Kusumah (2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *