Mencoba Bercerita (Inspired by Monte Cristo)

Author:
Count Of Moste Cristo

Akhirnya selesai juga memelototi baris demi baris, halaman demi halaman, lembar demi lembar, salah satu novel sastra besar abad ke 19 Count Of Monte Cristo karya Alexandre Dumas (jangan salah baca). Sebuah novel dengan latar belakang pengkhianatan, cinta dan pembalasan yang tentu saja diakhiri dengan ending yang sudah bisa ditebak namun tetap membuat penasaran.

Gaya penuturan yang sederhana, enak untuk dicerna namun sarat akan makna menjadi salah satu ciri khas dari novel ini. Ada beberapa paraghrap yang membutuhkan pemahaman berulang-ulang dengan karakter novel satra yang begitu kental namun masih bisa dinikmati oleh orang-orang yang tidak terlalu menyukai novel jenis ini. Namun disarankan untuk membaca novel impornya daripada versi terjemahan indonesianya, karena emosi yang terbentuk akan lebih kuat ketika membaca versi aslinya (maksudnya inggris) jika dibandingkan dengan efek versi terjemahannnya yang mungkin karena susahnya mencara kata yang tepat sebagai padanan kata aslinya.

Cerita ini berkisar tentang jalan hidup seorang pemuda Edmond Dantes (Count monte cristo, Abe Busoni,Lord Wilmore, Sinbad the sailor) Mercedes Mondego de Morchef, Baron Danglars, Ferdinand Mondego (count de morchef), De Villefort dan Caredouse. Kisah ini dimulai ketika Edmond Dantes dikhianati ketika menjelang hari pernikahannnya, sampai menjadi korban persekongkolan sehingga mengantarkan dia mendekam dipenjara selama 14 tahun dengan tuduhan sebagai seorang partisan bonapartis. Dan dipenjara inilah justru menjadi titik balik kehidupan Edmond Dantes ketika mulai mengenal sosok Abbe Faria yang mengangkat dia sebagai anak angkatnya dan mengajarkan segala macam ilmu pengetahuan sampai rahasia besar yang mengubah Edmond Dantes menjadi seorang Sosok yang begitu dikagumi kelak, dengan jiwa yang dipenuhi oleh dendam kesumat kepada orang-orang yang telah menjerumuskan hidupnya dan keluarganya ke titik yang paling menyakitkan.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca Novel ini, walaupun tidak seberat Quo Vadis nya Henryk Sienkiewicz, namun tetap menjadi tantangan karena alurnya yang saling berkaitan, maju mundur dan penuh dengan teka-teki yang akan terbuka ketika mendekati bagian akhir …

Terinspirasi dari novel ini, maka secara berkala akan menulis sebuah cerita yang sebenarnya sudah di susun sejak lama namun tercecer dimana-mana …. Semoga Bisa tetap bersemangat menulisnya … :D:D:D

 

Jakarta, 19 September 2012

JWeBs Tower

 

A. Ahmad Kusumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *