Pesimis itu perlu

Author:

Dari kecil selalu diajarkan untuk bersikap optimis, janganlah bersikap pesimis.

Definisi dari optimis itu sendiri adalah selalu berpengharapan dan berpandangan bahwa segala sesuatu akan berakhir baik.

dalam kamus oxford didefinisikan harapan dan keyakinan tentang masa depan atau hasil yang sukses dari sesuatu;. Kecenderungan untuk mengambil pandangan positif atau penuh harapan.

Orang yang optimis selalu berpandangan segala sesuatu itu akan selalu berakhir dengan baik, segala usaha yang dilakukan akan menghasilkan kesuksesan.

dengan adanya doktrinasi bahwa hidup harus selalu optimis, sehingga terjadi persepsi bahwa jika bersikap pesimis itu adalah suatu hal yang tidak baik., tidak bergunasehingga sebisa mungkin harus dihindari.

yang jadi pertanyaan, apakah anggapan itu benar ?

Ada sebuah ilustrasi sederhana :

Di Sebuah pabrik mobil, divisi perakitan menggunakan teknologi dan mekanisme kerja yang bisa mengurangi bahwan mengeliminir kecacatan kendaraan yang dihasilkannya.sehingga mereka berani bertaruh bahwa mobil mereka aman untuk dikendarai tanpa memerlukan instrumen keselamatan tambahan.

di lain pihak, bagian keselamatan beranggapan bahwa kecelakaan yang melebihi batas kemampuan untuk melindungi pengendaranya pasti akan selalu terjadi walaupun dalam skala yang kecil, dan bersifat random.

sehingga untuk melindungi pengendara diperlukan instrumen keselamatan tambahan disamping rangka dan body mobil yang indestructable yaitu  dengan dipasangkannya air bag dan seat belt.

dari ilustrasi diatas, bagian perakitan bersikap secara optimis, dan bagian keselamatan berpikiran sebaliknya, yaitu pesimis.

Dalam kasus yang lebih umum, sikap pesimis juga sangat berguna untuk melahirkan alternatif strategi jika strategi utama gagal atau tidak berjalan dengan semestinya.

Management resiko juga berangkat dari sisi pesimistis. sehingga lahirlah strategi-strategi untuk menghadapi resiko tersebut, apakah dengan accept, avoid ataupun mitigate.

Dalam ajaran agamapun, sebenarnya tidak ada larangan untuk bersikap pesimis. yang ada adalah larangan untuk berputus asa. dan harus dibedakan antara pesimis dan putus asa, karena hal itu adalah dua hal yang berbeda.

Ajaran untuk bersabar, tawakal mengindikasikan bahwa dalam hidup ini tidak selamanya akan mengalami yang baik-baik saja. Suatu saat musibah bisa datang menghampiri.

Kadang orang beranggapan bahwa bersabar itu hanya sebatas sikap yang diperlihatkan setelah musibah datang. padahal sabar dan tawakkal itu harus dilakukan sepanjang waktu.

Berusaha untuk membuat rencana untuk menghindari musibah juga masih masuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Usaha untuk menghindari segala maksiat pun termasuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Sabar dan tawakkal itu adalah kombinasi yang seimbang antara sikap pesimistis dan optimis. pesimistis bahwa jalan hidup itu akan selalu baik namun optimis bahwa apapun yang terjadi itu semua merupakan hal yang terbaik menurut Allah untuk kehidupan kita.

 

Seimbangkanlah sisi optimis dan pesimis dalam hidup, karena hal ini akan melahirkan sikap sabar, tawakkal dan syukur. 

jangan sepenuhnya menghilangkan sisi pesimis dan mengagungkan sisi optimis karena hal ini akan melahirkan kesombongan

jangan pula mengagungkan sisi pesimis dan mengurangi sisi optimis, karena hal ini akan melahirkan rasa putus asa.

Ada ungkapan menarik :

Berpikiran secara pesimis, namun berusaha secara optimis.

Wallahu ‘alam

 

Rainy and Cloudy Town,

Senin, 30 Januari 2012

 

A.Ahmad Kusumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *