(ilustration : zd.net)
Kesuksesan proyek secara umum dirumuskan berdasarkan 3 faktor utama, yaitu faktor waktu, biaya dan kualitas produk yang dihasilkan. Suatu proyek yang sukses tidak mudah untuk dicapai, karena banyaknya kepentingan yang terlibat didalamnya. Kepentingan-kepentingan yang terlibat didalam sebuah proyek diantaranya adalah kepentingan pemilik proyek untuk bisa mendapatkan hasil yang sepadan dengan nilai investasi yang dikeluarkan dalam pelaksanaan proyek. Hal ini juga tentu saja meliputi faktor ketepatan waktu penyelesaian proyek, yang berkenaan langsung dengan rencana pengembangan bisnis pemilik proyek. Dari sisi pelaksana proyek, tentu saja mendapatkan profit sebagai hasil pengerjaan proyek. Namun tentu saja untuk mendapatkan profit yang sepadan, pelaksana proyek harus bisa mengkoordinir semua sumberdaya yang terlibat dalam proyek agar bisa berperan secara efektif sehingga sehingga ekspektasi pemilik proyek bisa dipenuhi, baik itu ekspektasi dari sisi kualitas, waktu pengerjaan dan jumlah biaya yang dikeluarkan.
Dari sisi waktu, suatu proyek disebut sukses jika waktu yang digunakan dalam penyelesaian proyek tidak melebihi target waktu yang disepakati oleh pihak pemilik proyek dan pihak yang mengerjakan proyek (Kristanto,2007). Secara umum persamaan yang menggambarkan hubungan kesuksesan dari sisi waktu bisa dilihat sebagai berikut :
T = T0 + Tt (2,1)
Dengan,
T = target waktu pengerjaan yang disepakati oleh pemilik proyek dan pelaksana proyek.
T0 = target waktu yang tertuang dalam kontrak
Tt = waktu tambahan sebagai akibat adanya perubahan lingkup oleh pemilik proyek.
Dari sisi biaya, kesuksesan sebuah proyek tergantung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian proyek, apakah sesuai dengan target biaya yang disepakati atau malah terjadi cost overruns. Suatu proyek disebut sukses secara biaya jika jumlah biaya yang dikeluarkan lebih kecil atau sama dengan target biaya yang disepakati (Kristanto,2007). Persamaan yang bisa digunakan untuk merepresentasikan hubungan tersebut adalah :
B = B0 + Bt (2,2)
B = jumlah biaya yang disepakati pemilik proyek dan vendor
B0 = Jumlah biaya yang tertuang dalam kontrak
Bt = Jumlah biaya tambahan yang karena adendum kontrak yang disebabkan oleh perubahan lingkup proyek.
Dari sisi kualitas, sebuah proyek disebut sukses jika output proyek sesuai dengan ekspektasi pemilik proyek, yang tertuang dalam kontrak. Salah satu indikator kesuksesan proyek dari sisi kualitas adalah output proyek digunakan secara intensif dan dijadikan sebagai salah satu alat untuk memperkuat daya kompetitif pemilik proyek.
Dalam hubungannya dengan agile project management, (Cohram dan Bohner, 2005) menyatakan bahwa keberhasilan penerapan agile project management dipengaruhi tiga faktor penting, yaitu people, process dan project characteristics. Faktor people berkaitan dengan faktor sumber daya manusia, dengan parameter keahlian, pengalaman dan perannya dalam proyek. Faktor process berkaitan dengan semua proses yang dilakukan selama proyek berlangsung, dan dalam proses ini juga menyangkut semua perlengkapan pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek.
Faktor project characteristic berkaitan dengan tipe proyek yang dilakukan, faktor-faktor bisnis yang menjadi pendorong proyek yang dilakukan. Dalam pelaksanaannya, untuk menghasilkan layanan yang berkualitas dan sesuai dengan ekpektasi dan kebutuhan pemilik proyek, maka dibutuhkan juga sebuah kebijakan yang mengatur pengendalian mutu terhadap hasil proyek.
Sebuah proyek teknologi informasi dikatakan sukses, jika proyek tersebut dilaksanakan tepat waktu, tidak melampaui budget dan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh konsumen (Masterman, 1994 , Curtis et al, 1994). Dari kedua uraian diatas, faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan sebuah proyek, baik itu ditinjau dari sisi waktu, biaya, ataupun mutu yaitu :
1. Faktor sumberdaya manusia
2. Faktor perlengkapan pendukung
3. Faktor kebijakan dalam pengendalian mutu
4. Faktor fleksibilitas dan adaptabilitas sebagai representasi dari agility.
Berdasarkan uraian diatas, untuk mengukur kesuksesan sebuah proyek teknologi informasi diperlukan pengukuran dari masing-masing faktor yang terkait dengan proyek tersebut.
End of part 3
Disarikan dari :
EVALUASI PENERAPAN AGILE PROJECT MANAGEMENT
DALAM PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI
Aah Ahmad Kusumah (2010)
