Chapter VI : Hidup itu resiko, sebuah studi kasus ngawur (ilmiah bro..) – bagian II

Author:

Ini lanjutan dari  bagian I

3. Analisis resiko secara kualitiatf dan kuantitatif

Setelah melakukan identifikasi resko yang mungkin terjadi dan menentukan solusi alternatif secara global, maka langkah yang selanjutnya adalah menganalisis resiko secara lebih mendalam, baik itu secara kualitatif atupun kuantitatif. Untuk kualitatif bisa dilakukan dengan memberikan statement dan skala prioritas berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya resiko tersebut. Hal ini bisa menggunakan data-data sekunder yang berupa historical data.

Secara kuantitatif bisa dilakukan dengan melakukan analisis memakai tools statistik, seperti menghitung probabilitas terjadinya resiko, mengukur dampak yang mungkin terjadi, kemudian mengkalkulasikan semua faktor tersebut dengan melakukan operasi perkalian antara probabilitas dan dampak yang mungkin timbul.

Btw, mungkin untuk contoh diatas bisa dijabarkan sebagai berikut :

Case : menyatakan rasa suka kepada seseorang yang kita sukai.

Resiko yang mungkin muncul :

  • Resiko Positif : diterima

i.      Kualitatif : berdasarkan data-data yang lalu, dan pengalaman yang telah dilakukan dalam hal pengelolaan hubungan dan cinta, kecil sekali harapan untuk diterima. Maka harus dilakukan langkah-langkah juntuk mengoptimalkan peluang ini agar bisa terwujud. Maka prioritas pertama adalah menentukan langkah prospektif untuk memaksimalkan peluang tersebut.
ii.      Kuantitatif : berdasarkan statistik dengan menggunakan fungsi sigmmoid dan menggunakan aturan stepwise, probabilitas diterima hanya 10 %, namun dampaknya sangat besar bagi kehidupan, skala bisa mencapai 90 dari skala 100, bisa menyebabkan kebahagiaan yang terus menerus, semangat hidup tumbuh, dll. jadi skala resiko == 10% * 90 = 9.

  • Resiko negatif : ditolak

i.      Kualitatif : ternyata kans untuk ditolak berdasarkan pengalaman sangat besar. Maka berkebalikan dengan respons positif, maka untuk kemungkinkan ini harus dilakukan langkah-langkah untuk meminimalkan peluang terjadinya resiko ditolak.
ii.      Kuantitatif : untuk analisis secara kuantitatif, maka ternyata didapatkan hasil probabilitas sebesar 90 %, dan dampaknya pun kecil hanya 10 dari skala 100, dikarenakan sudah terbiasa ditolak, jadi gak ngaruh apa-apa. Maka skala resikonya == 90% * 10 = 9.

Setelah melakukan scoring dan analisis probablitas dan dampak, maka langkah selanjtnya adalah merencakan responnya.

4. Perencanaan respon resiko.

Setelah diketahui tingka resiko yang mungkin terjadi, maka harus diikuti dengan merencakan respon terhadap resiko jika event yang menyebabkan resiko tersebut terjadi.

Dalam menghadapi resiko, maka bisa dilakukan beberapa cara :

  • MITIGASI, dengan melakukan langkah-langkah preventif dalam menghadapi resiko, jika tingkat resikonya medium.
  • AVOID , dengan menghindari event yang akan menyebakan resiko tersebut terjadi, jika tingkat resiko dan dampaknya sangat besar.
  • TRANSFER, dengan memindahkan beban resiko dari kita ke target yang lain, jika ada aggreement dengan pihak lain yang akan dijadikan taret pengalihan resiko.
  • ACCEPT, dengan menerima segala resiko yang mungkin terjadi, jika tingkat resikonya kecil dan masih dalam ambang batas kemampuan diri.

Dalam kasus ini, maka ACCEPT lebih cocok untuk digunakan, jadi terimalah resikonya, karena masih berada dalam ambang batas nilai kemanusiaan, mo diteriam kek, ditolak kek, gak maslah tuh …

5. Pengendalian dan monitoring resiko.

Langkah yang terakhir adalah dengan melakukan monitoring dan pengendalian resiko. Atau lebih tepatnya mengimplementasikan strategi-strategi yang telah ditetapkan pada langkah-langkah sebelumnya dan lakukan evaluasi secara periodik. Serta lakukan adjustment jika diperlukan.

Ini gambaran singkat risk management, konsepnya beneran tapi contoh kasusnya ngawur .. jadi pesan penulis ..

“Ambil nilai baiknya, buang nilai buruknya …………..“

Resiko selalu ada selama kita menjalani hidup, jadi kelola lah resiko tersebut agar dampak positifnya maksimal, dan dampak negatifnya berkurang …..

Jangan menyerah sebelum mencoba …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *