Pertanyaan yang sungguh menggelitik. Sungguh sangat menggelitik. Ketika dihadapkan pada sebuah peristiwa yang melibatkan pihak kedua atau lebih tepatnya pihak ketiga. Ketika perjuangan mendapatkan sebuah hak terbentur dengan hak yang dimiliki orang lain. Kadang kuberpikir sungguh naif orang yang berteriak-teriak memperjuangkan haknya, tapi dirinya sendiri tidak melihat bahwa tuntutan yang dia inginkan juga melanggar hak orang lain.
Ketika kemarin rame-rame orang demo ILGA di surabaya dan puncaknya digeruduk oleh FUI, komnas HAM langsung bereaksi, melanggar HAM katanya. Namun pendapat itu hanya ditinjau dari perspektif orang-orang ILGA, namun apakah mereka (komnas HAM) pernah melihat dari sisi orang FUI, bahwa orang2 FUI juga punya hak untuk mempertahankan dan memperjuangkan agamanya dan ketentraman lingkungannya dari gangguan faktor eksternal akibat adanya resistansi terhadap ILGA. So, jadi sebenarnya definisi hak asasi itu kayaknya harus di redefinisi kembali, harus ditambahi bahawa hak asasi itu adalah sesuatu yang memang layak diterima oleh semua orang dengan memperhatikan kewajiban individu untuk menghormati hak asasi yang lainnya juga.. (iya gitu ???).
Ketika tuntutan hak beririsan dengan orang lain, tentu harus ada kompromi yang dilakukan, kompromi yang dijadikan sebagai landasan agar tidak terjadi clash diakhir. Pikirkanlah bahwa kita akan senang jika hak-hak kita tidak terganggu, begitupun orang lain. Mendapatkan hak adalah boleh tapi menghargai dan menghormati hak orang lain adalah kewajiban, jangan dibalik. Jika prinsip ini dipakai, mungkin harmony kehidupan akan tetap terjaga.. mungkin intinya throw away your selfish mode…
Jangan merasa benar karena memperjuangkan hak tanpa sedikitpun melihat hak-hak orang yang tergerus akibat cara-cara mendapatkan hak tersebut. Ini kesalahan yang kadang tidak disadari atau lebih tepatnya tidak mau tahu. Emosi tinggi bisa menghilangkan pertimbangan ini, harga diri, harga sembako dan harga-harga yang lainnya juga bisa turut memperkeruh kejernihan pikiran dalam menentukan pilihan jalan yang harus ditempuh untuk menggapai ‘sesuatu’ yang jadi hak.
“Hormatilah orang lain sebagaimana kita ingin dihargai”.