Chapter I : Once Upon a night At Jakarta

Author:

Bismillah …..

Sudut Jakarta yang gak pernah dingin kecuali diruangan ber AC, hiruk pikuk yang lagi nonton TV di ruang tengah, suasana yang gak nyaman buat tidur, dan sungguh gak nyaman buat mikir jernih. Ditengah keadaan seperti itulah tulisan ini mulai dibuat, dengan penuh rasa kesadaran dan tanpa ada paksaan dari siapapun. So, the story is began ..

……………

“Ketika manusia dilahirkan kedunia, Tuhan memberikan kepastian bahwa manusia memiliki taqdirnya masing-masing, ada yang terikat dengan usaha manusia itu sendiri, ada yang sudah ditetapkan dan tidak bisa berubah nilainya”.

Dalam hakikatnya manusia menjalani hidup dengan tujuan yang sama, yaitu mengabdikan diri kepada sang Maha Pencipta, yang membedakan adalah jalan yang ditempuh oleh masing-masing makhluk, ada yang lurus-lurus saja, ada yang naik turun, berputar-putar, kombinasi dan sebagainya. Namun hal itu tidak merubah ketentuan bahwa manusia diciptakan untuk membaktikan diri, pasrah menyerahkan diri untuk meninggikan “Kalimatullah”. Namun apa yang akan ditemui ketika sedang menjelajahi jalan hidup, itu hanya menjadi rahasia-Nya, rahasia yang sangat besar sekali hikmahnya.

Tahukah kita, bahwa ketika menghadapi ujian sekolah semua anak berbondong-bondong dengan semangat juang yang tinggi belajar mati-matian, ikut les sana-sini, tidak peduli apakah dia berada dikota besar dengan infrastruktur dan sistem pendidikan yang sangat memadai, ataupun di ujung belahan nusantara yang masih terisolir dipedalaman yang nama daerahnyapun entah ada di peta atau tidak. Namun semuanya sama, belajar dengan sungguh sungguh dengan tujuan yang sama, ingin lulus dengan nilai yang baik. Namun apakah benar mereka belajar karena semata-mata ingin lulus saja ? kenyataanya mereka mati-matian berkorban waktu dan tenaga menghapal dan memahamai materi pendidikan selama sekian tahun didorong karena ketidaktahuan mereka akan hasil ujian yang diperoleh. Seandainya mereka sudah tahu hasilnya, apakah mereka akan tetap semangat belajar seperti itu ?

Dengan analogi peristiwa diatas, maka hikmah yang paling besar mengapa manusia tidak mengetahui takdir yang akan dilaluinya dan ditemuinya ketika berjalan menyusuri jalan kehidupan, yaitu agar manusia tetap punya harapan , harapan untuk untuk hidup, harapan untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik, yang dari harapan tersebut menumbuhkan semangat untuk berusaha sebaik-baiknya agar tujuan yang dinginkan tersebut bisa tercapai. Hal ini erat kaitannya dengan takdir yang dipengaruhi oleh perilaku manusia terhadap elemen yang menyebabkan takdir tersebut terjadi.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sampai mereka (berusaha) untuk mengubah diri mereka sendiri”.

Intinya adalah usaha-usaha dengan disertai ketawakalan kepada sang Maha Pemberi agar usaha yang dilakukan selalu disertai dengan sifat Husnudzon kepada sang Maha penyayang, bahwa apa yang terjadi kepada kita sepastinya adalah yang terbaik untuk kita dan akan menjadi bekal untuk melangkah lebih maju dan lebih baik lagi. Selalu ada Ibrah (Hikmah) yang bisa diambil dari setiap peristiwa yang terjadi.

Jadi teringat masa saat ketika pertama kali diharuskan untuk memulai hidup dilingkungan yang asing, di pinggiran kota tasikmalaya, jauh dari keluarga. Awal yang sangat sulit, bahkan terasa semakin sulit ketika menginjakan kaki disebuah lembaga pendidikan yang disebut dengan pesantren dan Madrasah Aliyah. Bagaimana tidak sulit, ketika masuk sudah disodori buku bahasa Arab yang hampir 90% isinya tidak bisa dimengerti, yang sebagian berupa untaian tulisan tidak ‘berambut’ alias gundul bin botak. Sungguh saat itu mungkin salah satu the most shocking moment in my life. Langsung saja, timbul rasa pesimis, dan timbul bisikan dalam diri ..” kayaknya aku gak bisa bertahan disekolah ini “. But, walaupun awalnya karena hanya ingin tidak mengecewakan orang tua, dan karena ternyata Allah berkehendak, inilah jalan hidup yang harus kutempuh, kucanangkan niat untuk berusaha agar bisa bertahan, akhirnya ternyata bisa juga bertahan dan lulus dengan predikat yang memuaskan. Dan ternyata terdapat kepuasan yang sangat besar, ketika berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, bahkan diatas ekspektasi awal yang hanya ingin bisa bertahan.
Peristiwa yang kedua adalah ketika pilihan antara melanjutkan sekolah dengan tetap berada dilingkungan yang telah menanamkan kesadaran akan pentingnya peranan agama dalam mencapai kebahagian hidup, kini dan nanti. Ketika akan mengikuti ujian SPMB, rasa minder datang duluan, timbul pikiran negatif, “mana mungkin lulusan sekolah Madrasah Aliyah yang (maaf) sebagian gurunya kecuali guru agamanya adalah lemparan dari Diknas, dengan posisi mengajar yang kadang dipaksakan (misal ketika jebolan pendidikan bahasa harus mengajar Fisika), bisa bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah nasional yang notabene memiliki sistem pendidikan dan fasilitas yang lebih baik untuk mendapatkan satu kursi di PTN terbaik..”.

Namun pikiran itu justru jadi pemicu untuk mencoba, mendaftar SPMB. Namun sebelum itu ada peristiwa yang hampir saja merengut semangat untuk menggapai harapan tinggiku, yaitu ketika ikut test masuk UGM dan UNSOED, kedua-duanya gagal padahal orang tuaku sudah susah payah mendukung keinginanku itu. Terbersit dalam pikiran, inilah jalan hidupku yang tidak ditakdirkan untuk meraih mimpi mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari SMA. Namun, baru kusadari hikmah baiknya yaitu ketika aku diterima di ‘PTN Gajah’, inilah rencana Tuhan, memberikan yang terbaik buat hidupku.

Sungguh benar ungkapan :
“Selalu ada yang terbaik dibalik keputusan-Nya “.

So, begitu banyak hikmah dibalik ketidaktahuan manusia akan jalan hidup yang akan dijalaninya. Hikmah agar selalu optimis, hikmah agar selalu berkerja optimal and smart, dan yang terpenting selalu berprasangka baik kepada setiap keputusan Allah yang terjadi pada diri.

Bagian ini ditutup ketika mata terpejam, seakan-akan bulu mata menjadi beban yang tidak bisa ditahan oleh kekuatan otot kelopak mata.

”have a nice dream, have a sweet … sweet … sweet ^&&%$# … Zzzzzzzzzzzzzzzz ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *